Share

Kelompok HAM Tuduh UEA Tahan 2.400 Pencari Suaka Afghanistan Secara Sewenang-wenang, Tempat Sempit dan Terlantar

Susi Susanti, Okezone · Kamis 16 Maret 2023 11:51 WIB
https: img.vklogger.com content 2023 03 16 18 2782123 kelompok-ham-tuduh-uea-tahan-2-400-pencari-suaka-afghanistan-secara-sewenang-wenang-tempat-sempit-dan-terlantar-6jzAz1zGfq.jpg Kelompok HAM tuduh UEA tahan 2.400 pencari suaka Afghanistan (Foto: Nurphoto)

ABU DHABI – Kelompok hak asasi manusia (HAM) Human Rights Watch (HRW) mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) secara sewenang-wenang menahan setidaknya 2.400 pencari suaka Afghanistan.

Orang dewasa dan anak-anak yang ditahan di fasilitas darurat di Abu Dhabi dievakuasi dari Kabul setelah pengambilalihan oleh Taliban pada Agustus 2021.

HRW mengatakan mereka hidup dalam kondisi yang sempit dan menyedihkan serta terlantar tanpa harapan untuk dimukimkan kembali.

HRW mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (15/3/2023) bahwa pihaknya telah berbicara dengan 16 warga Afghanistan yang ditahan di Emirates Humanitarian City, termasuk delapan orang yang sebelumnya pernah bekerja untuk entitas atau program yang berafiliasi dengan pemerintah AS di Afghanistan.

Dikutip BBC, mereka melaporkan kendala dalam kebebasan bergerak, kurangnya akses terhadap penentuan status pengungsi yang adil dan efektif, kurangnya akses yang memadai terhadap penasihat hukum, pendidikan yang tidak memadai untuk anak-anak, dan tidak ada dukungan psikososial.

Menurut kelompok kampanye yang berbasis di AS, para tahanan juga menggambarkan kepadatan penduduk, infrastruktur yang membusuk, dan serangan serangga.

Seorang warga Afghanistan yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan bahwa Kota Kemanusiaan Emirates "persis seperti penjara", sementara yang lain menggambarkan "krisis kesehatan mental yang meluas di antara penduduk".

Follow Berita Okezone di Google News

Di bawah hukum internasional dan pedoman Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pencari suaka dan migran tidak boleh ditahan untuk tujuan administratif kecuali diperlukan dan proporsional untuk mencapai tujuan yang sah, dan hanya jika tidak ada alternatif yang layak.

HRW meminta UEA untuk membebaskan para tahanan dan memberikan akses ke proses yang adil dan efisien untuk menentukan status dan kebutuhan perlindungan mereka.

"Pemerintah seharusnya tidak mengabaikan keadaan mengejutkan dari orang-orang Afghanistan yang terdampar di UEA ini," kata Joey Shea, peneliti UEA kelompok itu.

"Pemerintah AS khususnya, yang mengoordinasikan evakuasi 2021 dan dengan siapa banyak pengungsi bekerja sebelum pengambilalihan Taliban, harus segera turun tangan dan campur tangan untuk memberikan dukungan dan perlindungan bagi para pencari suaka ini,” lanjutnya.

Terkait hal ini, UEA membantah bahwa kondisinya buruk dan mengatakan sedang bekerja dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan proses pemukiman kembali.

Lebih dari 10.000 warga Afghanistan lainnya yang diterbangkan ke UEA dilaporkan telah dimukimkan kembali di AS, Kanada, dan di tempat lain. Sedangkan 70.000 lainnya dievakuasi langsung ke AS sebelum pasukan Amerika meninggalkan Kabul.

Orang-orang Afghanistan yang diterbangkan ke Abu Dhabi setelah pengambilalihan Taliban ditempatkan di dua kompleks apartemen yang diubah yang dikenal sebagai Kota Kemanusiaan Emirates dan Kota Pekerja Tasameem.

Seorang pejabat Emirat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa UEA menyediakan"perumahan, sanitasi, kesehatan, klinis, konseling, pendidikan, dan layanan makanan berkualitas tinggi untuk warga Afghanistan di Kota Kemanusiaan Emirates.

Mereka juga mengatakan UEA terus bekerja dengan otoritas AS untuk memukimkan kembali para pengungsi yang tersisa pada waktu yang tepat.

"Kami memahami bahwa ada rasa frustrasi dan ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk diselesaikan," tambah mereka.

Departemen luar negeri AS mengatakan ada komitmen AS yang "abadi" untuk memukimkan kembali semua warga Afghanistan yang memenuhi syarat, termasuk mereka yang berada di Kota Kemanusiaan Emirates.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis vklogger.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini